Masjid Panggilan Sujud Direvitalisasi, Wakapolri: Bangun Karakter, Bangun Peradaban

Peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri, Rabu (1/7/2026). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Lembang – Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri.

Peresmian tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 pada Rabu (1/7).

Revitalisasi ini bertujuan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembentukan karakter dan penguatan spiritual bagi peserta didik.

Wakapolri menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibangun secara instan dalam sambutannya. “Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia menekankan pentingnya mengendalikan kualitas hati, niat, dan ikhtiar dalam setiap proses pendidikan. Menurut Wakapolri, pendidikan kepolisian harus memadukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar pembaruan fisik bangunan ibadah. Masjid dihidupkan kembali sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pembangunan peradaban.

“Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik,” tegasnya.

Ia menginginkan pemimpin Polri yang kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat. Wakapolri mengajak peserta didik Sespim menginternalisasi semangat “Impossible is Nothing” dalam pengabdian.

Reformasi pendidikan Polri terus dilakukan melalui penerapan meritokrasi dan pengembangan kepemimpinan. Pengembangan berbasis talent pool serta penyempurnaan kurikulum menjadi prioritas utama lembaga.

Laboratorium Kepemimpinan Digital dibangun untuk menyiapkan pemimpin Polri adaptif menghadapi masa depan. Peresmian revitalisasi masjid diisi kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen UIN Sunan Gunung Djati.

Ia mengapresiasi komitmen Polri dalam memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah. “Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal,” ujarnya.

K.H. Aang Ridwan berharap masjid menjadi pusat silaturahmi dan majelis ilmu bagi seluruh civitas akademika. Masjid juga diharapkan menjadi ruang diskusi sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas.

Ia mendoakan Polri terus menjaga keutuhan NKRI dan semakin dicintai masyarakat luas. Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi bagian rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80.

Transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi semata. Penguatan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan berlandaskan integritas terus digalakkan Polri.

Exit mobile version