Satlantas Polres Lebong Petakan Titik Rawan

Satlantas Polres Lebong saat melakukan survei, guna memetakan titik rawan di ruas jalan Rejang Lebong-Lebong, Senin (25/5/2026). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Lebong – Satuan Lantas Polres Lebong bersama lintas sektor melakukan survei jalan, yang bertujuan untuk memetakan titik rawan di ruas jalan lintas Rejang Lebong-Lebong.

Survei pemetaan titik rawan tersebut menyasar Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang dan wilayah Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Senin (25/5/2026).

Kegiatan survei gabungan tersebut dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Lebong, IPDA. Rian Salvari H bersama unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan.

Langkah ini sebagai bentuk sinergitas antar instansi dalam mengevaluasi kondisi jalan, dan fasilitas pendukung keselamatan berlalu lintas.

Survei dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai memerlukan perhatian serius, meliputi titik tanah abrasi atau longsor di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang.

Kemudian titik tanah patah atau penurunan badan jalan di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, serta ruas jalan yang berlubang di Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan.

Secara keseluruhan terdapat tiga titik survei yang menjadi fokus pemeriksaan lapangan yang semuanya merupakan jalan propinsi dan dinilai rusak parah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan (black spot), memeriksa kondisi jalan yang rusak dan fasilitas pendukung, mengevaluasi rambu, dan marka.

Termasuk juga penerangan jalan serta fasilitas keselamatan lainnya, termasuk menganalisa faktor penyebab kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Survei lintas sektor seperti ini menjadi langkah penting dalam penyusunan rekomendasi perbaikan infrastruktur guna menekan risiko kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Lebong, IPTU. Hendra Wijaya melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Lebong, IPDA. Rian Salvari H menyampaikan, kegiatan survei bersama ini, merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kegiatan survei ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang saat ini rusak parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, dapat segera dilakukan koordinasi dan penyampaian rekomendasi kepada instansi terkait. Pihaknya berharap melalui sinergitas lintas sektoral ini, permasalahan jalan dapat ditangani.

“Walaupun penanganannya nanti dilakukan secara bertahap, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Dalam kesempatan ini pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan.

“Terutama saat melintasi ruas jalan yang mengalami kerusakan, termasuk juga waspada terhadap potensi longsor, demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Exit mobile version