PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Sejak sebulan terakhir warga sejumlah desa di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, terus mengeluhkan aroma tak sedap yang diduga berasal dari limbah PT. Berkat Bumi Sawit (BBS).
Dampaknya dirasakan warga di sejumlah desa penyangga, seperti Desa Marga Jaya, Sido Mukti, Tanah Tinggi, dan Padang Jaya.
Warga Dusun 1 RT 11 Desa Marga Jaya, Suwardi mengungkapkan kekecewaannya, lantaran sudah sebulan ini warga desa penyangga merasa terganggu.
“Awalnya dijanjikan operasional pabrik tidak akan mengganggu warga, tapi nyatanya, bau limbah semakin menyengat. Kami sudah melapor, tapi belum ada tindakan nyata,” katanya, Jum’at (02/05/2025).
Keluhan serupa juga ramai diunggah warga melalui media sosial, yang secara langsung membuktikan dan menunjukkan betapa seriusnya dampak yang dirasakan masyarakat.
Terpisah, Camat Padang Jaya, Soini mengaku, telah menerima tiga aduan warga. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan, dalam menindaklanji aduan tersebut.
“Yang paling terasa adalah bau tak sedap di sekitar lokasi. Kami bakal berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bengkulu Utara, Maman Suherman mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga atau desa.
“Informasi terakhir dari camat, akan ada sosialisasi antara desa dan perusahaan. Jika ada laporan tertulis, kami siap turun ke lapangan,” tegas Maman.
Sementara itu, PT BBS sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan ini.
Selain bau menyengat, warga juga mengeluhkan serbuan lalat dan penurunan kualitas udara di sekitar pemukiman. Kondisi ini semakin memperburuk kenyamanan hidup masyarakat.
