PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu, menyalurkan Bantuan Pangan (Bapang) untuk alokasi Februari-Maret 2026.
Bapang yang disalurkan tersebut yakni 5.401.420 Kilogram (Kg) beras dan 1.080.284 Liter minyak goreng, yang menyasar 270.071 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Pimpinan Perum BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial mengatakan, penyaluran ini juga bentuk komitmen BULOG Bengkulu, dalam menjaga ketahanan pangan.
“Bukan hanya itu, ini juga bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah melalui penyaluran bapang Cadangan Pangan Pemerintah (CPP),” katanya saat launching perdana bapang di Gudang Bulog Kelurahan Sidomulyo, Rabu (18/03/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program nasional pemerintah, untuk mengantisipasi dampak gejolak harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat, yang rentan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Setiap PBP menerima bantuan sebanyak 20 Kg beras dan 4 L minyak goreng alokasi Februari-Maret tahun ini,” jelas Dody.
Disalurkannya bapang ini, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Untuk proses distribusi dilakukan secara bertahap, dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Termasuk dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti Dinas Ketahan Pangan, Dinas Sosial, TNI/POLRI serta PT. Jasa Prima Logistik sebagai mitra distribusi,” imbuh Dody.
Dody menambahkan, seluruh beras dan minyak goreng yang disalurkan, berasal dari CPP yang dikelola BULOG dan telah melalui proses pengawasan mutu sesuai standar.
“Kami memastikan kualitas beras dan minyak goreng yang disalurkan baik dan layak konsumsi,” tambahnya.
“Dengan penyaluran ini kita berharap ketersediaan pangan terjaga, sekaligus bentuk dukungan kami terhadap program perlindungan sosial pemerintah,” lanjut Dody.
Lebih lanjut, Dody mengatakan, pihaknya optimis dengan programini dapat membantu masyarakat mengatasi tekanan ekonomi, terutama akibat inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Selain itu kami juga menegaskan ketersediaan stok beras dan minyak di Provinsi Bengkulu, dalam kondisi cukup dan aman,” singkatnya.
