PUSTAKATA.COM, Bengkulu Tengah – Tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), adu gagasan dalam debat publik kedua, Senin (11/11/2024) malam.
Debat publik yang termasuk dalam tahapan Pilbup Benteng tersebut, mengangkat tema ‘Aksesibilitas dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pelayanan Publik yang Responsif’.
Ketua KPU Kabupaten Benteng, Meiky Helmansyah mengharapkan debat publik ini berjalan dengan lancar dan tertib. Sehingga setiap paslon bisa menyampaikan visi dan misinya, secara efektif kepada masyarakat.
“Masyarakat khususnya di Kabupaten Benteng, juga bisa memahami visi dan misi dari masing-masing kandidat. Sehingga dapat menentukan pilihan dengan lebih mantap pada pemungutan suara 27 November 2024 mendatang,” katanya.
Sementara, Paslon nomor urut 1, Rachmat Riyanto-Tarmizi dalam pemaparannya mengusung visi untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan di Bengkulu Tengah.
“Kami ingin menjadikan kabupaten ini sebagai ibu kota modern, yang mampu mengejar ketertinggalan dengan mengutamakan aspirasi rakyat,” paparnya.
Program mereka mencakup peningkatan layanan publik, pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, serta bantuan untuk renovasi rumah yang tidak layak huni.
“Kami ingin Bengkulu Tengah bisa maju dan sejahtera serta mampu mengejar ketertinggalannya,” tegas Rachmat didampingi Tarmizi.
Paslon nomor urut 2, Evi Susanti-Rico Zaryan memiliki visi memajukan Benteng, agar masyarakatnya sejahtera dengan sumber daya manusia yang berkualitas.
Mereka juga berjanji untuk menjalankan pemerintahan yang profesional, termasuk program BPJS Kesehatan dan ambulans gratis, serta perbaikan jalan dengan aspal hotmix.
“Selain itu, program kami meliputi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), penyediaan bibit kelapa sawit, dan subsidi pupuk bagi petani,” bebernya.
Paslon nomor urut 3, Sri Budiman-Septi Peryadi menyatakan, mereka merasa terpanggil untuk melayani masyarakat Benteng secara adil dan sejahtera.
“Tentunya dengan memastikan kebutuhan hidup masyarakat terpenuhi, serta menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.
Mereka juga memiliki program pembangunan infrastruktur, seperti penyediaan pendidikan gratis, pembangunan masjid agung, puskesmas rawat inap dan perbaikan sekolah.
“Kami berkomitmen untuk membangun infrastruktur di Benteng, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah,” pungkasnya.
