KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis, Sultan Ajak Pemda Kirim Putra-Putri Terbaik ke Korea

Sultan saat menerima Rektor KMO University, Ryoo Dong Keun, di Jakarta, Senin (14/9/2026). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan B. Najamudin menerima kunjungan kehormatan Rektor Korean Maritime and Ocean (KMO) University, Prof. Dr. Ryoo Dong Keun, di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kuliah gratis bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang kelautan dan kemaritiman di Korea Selatan.

Menurut Sultan, tawaran kuliah gratis dari KMO University merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kebutuhan Indonesia akan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor maritim.

Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar, mulai dari perikanan, industri garam, galangan kapal, hingga penyimpanan karbon.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap karena keterbatasan tenaga ahli yang memiliki kompetensi internasional.

“Saya mendorong pemerintah daerah untuk aktif menjaring dan mengirimkan anak-anak muda terbaiknya ke KMO University. Ini kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan,” ungkapnya.

“Kita butuh calon-calon ahli kelautan dan kemaritiman yang mampu mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang perikanan, perkapalan, dan keamanan laut,” lanjut Sultan.

Sultan menilai, Indonesia perlu belajar dari Korea Selatan yang telah memiliki sistem pendidikan maritim mapan. Kerja sama dengan KMO University diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan kelautan nasional.

Meskipun Indonesia telah memiliki sejumlah sekolah tinggi ilmu pelayaran, menurutnya, masih diperlukan institusi pendidikan bertaraf internasional yang mampu menghasilkan lulusan siap bersaing di pasar global.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan alam. Tanpa SDM yang mumpuni, potensi laut justru bisa dikelola pihak asing. Karena itu, pengembangan pendidikan kelautan dan kemaritiman harus menjadi agenda bersama antara pusat, daerah, dan mitra internasional,” tegas Sultan.

Sementara itu, Rektor KMO University, Prof. Dr. Ryoo Dong Keun, menegaskan bahwa pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemuda Indonesia.

Selain bebas biaya kuliah, KMO University juga menyediakan program magang di berbagai perusahaan pelayaran besar Korea Selatan. Program ini dirancang untuk memberi pengalaman kerja nyata sekaligus memperkuat keterampilan teknis para peserta.

“Kami juga membuka kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan keilmuan di bidang kelautan dan kemaritiman,” jelasnya.

“Kami berharap DPD RI dapat mendorong pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus pada masa depan ekonomi biru,” pungkas Ryoo.

Exit mobile version