Kolaborasi 3 Putra Terbaik, Bengkulu Jadi Pilot Project KBSB

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin saat bersama Panglima Kopassus, Letjen TNI. Djon Afriandi di Gedung Senayan, Jakarta. (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Provinsi Bengkulu menjadi pilot project program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Indonesia, yang cakupan target programnya di perluas dari 62 menjadi 731 titik.

Dipilihnya Provinsi Bengkulu sebagai lokasi proyek pertama dan percontohan nasional, tentunya tidak lepas dari peran kolaboratif tiga putra terbaik Bengkulu.

Ini terungkap setelah lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mematangkan kolaborasi dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes & PDT RI).

“Tiga putra asli Bengkulu bersinergi memberi kontribusi nyata untuk Provinsi Bengkulu, dan ini merupakan investasi besar,” ujar Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin yang diwakili Staf Khusus Ketua DPD RI, Brigjend Pol. Esmed Eryadi kepada media, sabtu (17/10/2026).

Menurut Esmed, program KBSB ini juga berawal dari pertemuan sejumlah tokoh masyarakat asal Bengkulu di Jakarta.

“Hingga akhirnya muncul inisiatif, yang dikemas dalam kolaborasi bersama,” katany disela-sela pembukaan KBSB, yang dipusatkan di Balai Semarak Kota Bengkulu.

Dalam pertemuan itu, lanjut Esmed, melibatkan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Mendes & PDT Yandri Susanto, Panglima Kopassus Letjen TNI. Djon Afriandi, serta anggota DPD RI asal Bengkulu.

“Kolaborasi itu kemudian menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan berbagai pihak, untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, besarnya jumlah titik target pekerjaan tentunya menggunakan pendanaan yang tidak sedikit, maka seharusnya pemerintah daerah idealnya memberikan dukungan penuh.

“Khususnya terhadap program ini, karena jelas memberikan manfaat nyata dalam pembangunan,” tambah Esmed.

Stafsus Ketua DPD RI, Brigjen Pol. Esmed Eryadi (Baju Putih) mewakili Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin saat pembukaan KBSB di Balai Semarak Bengkulu, Sabtu (17/10/2026). (IST/PustaKata.Com)

Acara yang dibuka Wakil Panglima Pasukan Khusus (Kopasus) Mayor Jenderal TNI. Ferdial Lubis, MPICT, juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap semakin banyak dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak yang dapat dibawa ke Bengkulu untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan, baik melalui pekerjaan fisik maupun kegiatan yang memperkuat kapasitas masyarakat,” tandasnya.

Kolaborasi tersebut kemudian menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan berbagai pihak, untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Provinsi Bengkulu.

Target 721 titik, sebagaimana disampaikan dalam pemaparan program, didasarkan pada survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.

Jenis Kegiatan Utama Pembangunan dan perbaikan infrastruktur fisik (jembatan, jaringan irigasi, dan sumur bor).

Pelayanan kesehatan masyarakat (seperti operasi katarak dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya).

Dalam kalender 60 hari kerja KBSB akan menyasar pada pembangunan fisik sebanyak 614 ttitik

Meliputi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur vital seperti perbaikan jembatan, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Kemudian pembangunan jaringan irigasi, peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas air bersih melalui sumur bor dan pipanisasi, dan sanitasi MCK.

Selain itu rehabilitasi fasilitas ibadah, panti asuhan, sekolah, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Kedua adalah sasaran nonfisik dan sosial medis dengan 1.459 penerima manfaat berupa bakti sosial kemanusiaan yang meliputi operasi katarak gratis, dan penanganan bibir sumbing.

Juga ada khitanan massal, donor darah, pelayanan akta kelahiran, nikah massal, pembagian kacamata gratis, serta aksi peduli lingkungan berupa penanaman 18.000 pohon.

Exit mobile version