PUSTAKATA.COM, Papua Tengah – Ditengah kesibukan patroli dengan berjalan kaki, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 tetap menyempatkan diri melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah umat Nasrani.
Patroli dan pengamanan tersebut dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, khususnya di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (8/6/2026).
Kegiatan difokuskan di dua rumah ibadah,l yakni Gereja Bukit Sion, dan Gereja Santa Elizabeth.
Kehadiran personel keamanan bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Damai Cartenz 2026 melakukan patroli secara humanis, di sekitar lingkungan gereja dan kawasan sekitarnya.
Selain memastikan situasi tetap aman, personel juga berinteraksi dengan warga serta jemaat untuk membangun komunikasi yang baik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Kegiatan patroli jalan kaki dinilai efektif untuk memantau perkembangan situasi di lapangan, sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan pada masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Gereja Bukit Sion maupun Gereja Santa Elizabeth terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Kaops Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, S.Sos mengatakan, pengamanan rumah ibadah merupakan bagian dari komitmen Polri.
“Terutama dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Pengamanan tempat ibadah merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Pihaknya ingin memastikan seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Tanpa adanya gangguan keamanan. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Papua,” ujar Kaops.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan, pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah operasi.
“Melalui patroli jalan kaki dan pengamanan ibadah, personel tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.
“Kami berharap sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan situasi yang aman dan damai,” pungkasnya.
