PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Wakapolda Bengkulu yang baru, Kombes Pol. Prianto Teguh Nugroho beserta istri, disambut dengan tradisi kehormatan Judo.
Penyambutan yang dimotori para atlet judoka Polda Bengkulu dengan mengenakan judogi lengkap itu, sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan yang baru bergabung.
Tradisi penyambutan judo yang ditampilkan bukan tanpa alasan. Selain sebagai simbol disiplin, sportivitas dan semangat juang, juga memiliki nilai historis yang kuat.
Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid dan Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol. Prianto Teguh Nugroho diketahui memiliki latar belakang yang sama.
Yaknis sebagai insan judo yang telah menekuni olahraga bela diri tersebut, jauh sebelum keduanya mengabdikan diri sebagai anggota Polri.
Kesamaan latar belakang sebagai judoka itulah, menjadi ikatan persaudaraan yang telah terbangun sejak lama.
Sehingga tradisi penyambutan melalui barisan atlet judo Polda Bengkulu, bukan hanya menjadi simbol penghormatan.
Sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi dan kecintaan kedua pimpinan terhadap olahraga yang mengajarkan nilai-nilai kehormatan, disiplin, kerja keras, serta rasa saling menghormati.
Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai prosesi penyambutan. Kehadiran para atlet judoka Polda Bengkulu menjadi representasi semangat persaudaraan yang kuat.
Selain itu juga menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan dalam olahraga judo sejalan dengan semangat pengabdian Polri dalam melayani masyarakat.
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ichsan Nur menyampaikan, tradisi judo yang ditampilkan dalam penyambutan Wakapolda Bengkulu, memiliki makna khusus.
“Karena mencerminkan perjalanan dan ikatan yang telah terjalin antara Kapolda dan Wakapolda Bengkulu, sejak sebelum keduanya berkarier di institusi Polri,” katanya.
Menurutnya, tradisi penyambutan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga memiliki makna historis dan emosional.
Kapolda Bengkulu dan Wakapolda Bengkulu sama-sama berasal dari dunia judo dan telah menekuni olahraga tersebut jauh sebelum menjadi anggota Polri.
“Nilai-nilai judo seperti disiplin, kehormatan, loyalitas, dan persaudaraan menjadi spirit yang terus mereka bawa dalam pelaksanaan tugas sebagai Bhayangkara Negara,” singkat Kombes Pol. Ichsan.
