Turun Langsung Awasi Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Kualalangi, Danramil Ketahun: Warga Gotong Royong, Akses Desa Kian Terhubung

PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Suara gemuruh mesin molen bercampur riuh rendah warga yang bahu-membahu mewarnai suasana di tepian sungai Desa Kualalangi, Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (13/5/2026).

Di tengah semangat gotong royong itu, sosok Kapten Inf. Yudi Triawan, Danramil 423-01/Ketahun terlihat sibuk mengukur kedalaman pondasi dan memastikan setiap ikatan tali seling terpasang dengan sempurna.

Bukan tanpa alasan. Ia bersama tiga personelnya yakni Serma Jumenak, Sertu Surwanto, dan Sertu Leo turun langsung mendampingi pembangunan Jembatan Gantung Perintis.

Jembatan ini menjadi nadi harapan baru bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses antarwilayah karena medan terjal dan aliran sungai yang kerap meluap.

Pengecoran Pondasi hingga Angkut Material dengan Tenaga Sukarela
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu difokuskan pada pengecoran pondasi angkur, yang menjadi titik kunci kekuatan jembatan gantung.

Selain itu juga dilakukan pelangsiran material berat seperti batu gunung dan pasir ke lokasi pembangunan.

Tak kurang dari delapan orang tenaga kerja swadaya desa terlibat aktif, diantaranya Yusuf, Alfin, Diki, Irawan, Zulfikar, Sapardi, Giyo dan enam warga lainnya.

Mereka terlihat bergantian mengayun cangkul dan memikul keranjang berisi pasir. Material yang telah menggunung di lokasi pun menunjukkan skala kerja yang tak main-main.

Setidaknya 7 mobil batu gunung, 3 mobil batu split, 5 mobil pasir, 175 batang besi ulir 13, Tali seling berbagai ukuran, kaso setengah kubik, papan cor 1 kubik, molen, drum air, hingga mesin alcon.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya mengawasi, tapi juga memastikan keselamatan warga dan ketepatan target,” kata Kapten Yudi.

Menurutnya, jembatan ini harus kokoh, aman dan bermanfaat hingga puluhan tahun ke depan. Maka dari itu, memastikan material terpasang dan tersusun dengan baik menjadi fokus.

TNI dan Warga: Kolaborasi Bukan Sekadar Seremonial

Kapten Yudi menjelaskan, yang membedakan pendampingan dalam pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kualalangi ini, prinsip dari desa, oleh desa, untuk desa.

Seluruh proses pembangunan dikerjakan bersama kelompok tukang dan masyarakat secara gotong royong, bukan melalui pihak ketiga. TNI hadir sebagai fasilitator dan pengawal keamanan.

“Kita selaku Koramil 423-01/Ketahun terus mendukung pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami pastikan pekerjaan berjalan aman, tertib dan sesuai rencana,” ujarnya.

Jembatan Perintis, Penghubung Ekonomi dan Mobilitas
Hingga sore hari, proses pengecoran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Warga yang semula hanya bisa menyeberang dengan rakit darurat atau memutar jauh hingga belasan kilometer.

Tapi kini mulai bisa membayangkan jembatan kokoh yang akan menghubungkan desa mereka dengan pasar, sekolah, dan puskesmas di kecamatan.

“Dulu kalau hujan, anak sekolah sering telat karena sungai meluap. Sekarang, kalau jembatan ini selesai, ibu-ibu juga bisa bawa hasil kebun ke pasar tanpa takut basah kuyup,” ujar Yusuf salah satu pekerja.

Dengan selesainya pondasi angkur dan terus berlanjutnya pengerjaan, Jembatan Gantung Perintis Desa Kualalangi diharapkan rampung sesuai jadwal.

Lebih dari sekadar konstruksi baja dan beton, jembatan ini adalah simbol bahwa akses bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang diwujudkan lewat bahu-membahu prajurit TNI dan rakyat.

Exit mobile version