PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Pasangan Helmi Hasan-Mi’an memiliki peluang lebih besar, untuk menang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bengkulu Tahun 2024.
Peluang itu berdasarkan hasil survei Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (CPI-LSI) Denny JA tanggal 8-13 September 2024, dimana head to head antara Helmi Hasan-Mian dan Rohidin Mersyah-Meriani dalam Pilgub Bengkulu.
Direktur CPI-LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas mengungkapkan, survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling, melibatkan 600 responden dengan margin of error sebesar 4,1 persen.
“Pengumpulan data kita lakukan melalui wawancara tatap muka, mencakup seluruh pemilih di Provinsi Bengkulu yang memiliki hak pilih,” katanya, Minggu (22/09/2024).
Berdasarkan hasil survei, elektabilitas pasangan Helmi-Mian meraih 41,6 persen dukungan, unggul jauh dari Rohidin Mersyah-Meriani yang hanya meraih 23,5 persen.
“Kemudian sebanyak 34,9 persen responden menyatakan belum memutuskan atau tidak tahu dan atau tidak menjawab,” ujar Hanggoro.
Hanggoro memaparkan, keunggulan pasangan Helmi-Mian terlihat di berbagai segmen pemilih. Pertama, jenis kelamin.
“Di segmen ini pemilih laki-laki dan perempuan. Pasangan Helmi-Mian unggul dengan perolehan suara 42,4 persen dari laki-laki dan 40,7 persen dari perempuan,” paparnya.
Kedua, dari segmen usia. Pasangan Helmi-Mi’an juga unggul di semua kelompok usia, dengan 46,4 persen dukungan dari pemilih berusia di bawah 19 tahun, 39,05 persen dari pemilih berusia 20-29 tahun, 37,4 persen dari kelompok usia 30-39 tahun, 47,3 persen dari kelompok usia 40-49 tahun, dan 40,8 persen dari pemilih berusia 50 tahun ke atas.
“Ketiga, segmen agama. Dukungan dari pemilih beragama Islam juga memihak Helmi-Mian dengan 41,7 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Rohidin-Mersyah-Meriani yang hanya mendapat 23,3 persen. Namun, pasangan Rohidin–Meriani unggul di segmen pemilih Protestan, sementara dukungan dari pemilih Katolik terbagi rata,” imbuhnya.
Keempat, segmen pendidikan. Helmi-Mian unggul di semua tingkat pendidikan, termasuk di antara pemilih lulusan SD atau di bawahnya sebesar 39,2 persen, SLTP 51,2 persen, SLTA 41,7 persen, dan mereka yang pernah kuliah atau lebih tinggi 28,8 persen.
“Kemudian yang terakhir segmen pendapatan. Helmi-Mian pada pemilih dengan penghasilan di bawah Rp 1 juta meraih 40,6 persen, di rentang Rp 1 juta hingga Rp 1,9 juta 38,2 persen, dan di atas Rp 2 juta 44,1 persen dukungan,” tambah Hanggoro.
Data ini memang menunjukkan bahwa pasangan Helmi-Mian unggul di semua segmen pemilih dibandingkan Rohidin-Meriani. Namun, dengan dua bulan tersisa sebelum pemilihan, dinamika dukungan masih bisa berubah.
“Tingkat partisipasi pemilih di TPS nanti menjadi penentu akhir dalam perebutan kursi gubernur ini,” tutupnya.
Editor: Pitriana
Writer: Rhama
