Generasi Emas, Dewi: Penguatan Karakter Melalui Profil Pancasila

Gelar Wicara membangun karakter generasi muda melalui profil Pancasila

PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Pembentukan dan penguatan karakter generasi muda melalui profil Pancasila mesti dipersiapkan guna menyongsong Indonesia emas 2045 mendatang. Pembentukan itu diantaranya dengan membekali generasi muda melalui profil Pancasila dalam proses pendidikan.

Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati menyatakan, pendidikan tidak hanya harus fokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga harus memperkuat karakter peserta didik. Dalam mengajar generasi muda untuk membangun profil Pancasila, tenaga pendidik perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Sehingga karakter Pancasila dapat terwujud pada generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Generasi emas yang dimaksud di sini adalah para pelajar Pancasila,” tegas Dewi usai gelar wicara penguatan karakter bertema membangun karakter generasi muda melalui profil pelajar Pancasila, Senin (17/7/2023).

Profil pelajar Pancasila dapat menjadi kerangka komprehensif dalam membimbing peserta didik dalam mengembangkan karakter yang baik. “Dan ini dilakukan melalui penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar Pancasila,” ujarnya.

Jadi, lanjut Dewi yang merupakan angggota DPR RI dari Fraksi PAN, tujuan pendidikan bukan hanya mencakup kecerdasan intelektual saja. “Tapi juga karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Disisi lain, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikbudristek RI, Ruspita Putri Utami menjelaskan, profil pelajar Pancasila juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

“Melalui profil pelajar Pancasila, mereka diajarkan untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan karakter merupakan suatu pendekatan dalam proses pendidikan,” jelas Ruspita yang hadir secara virtual.

Tujuannya, untuk membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, etika, sikap, serta perilaku yang baik pada individu. Pendidikan karakter menekankan pentingnya pembentukan aspek non-akademik dalam diri peserta didik. “Seperti integritas, kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, toleransi, dan rasa saling menghargai,” tutup Ruspita. #

Exit mobile version