PUSTAKATA.COM, Kepahiang – Diketahui ada wacana pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD se-Indonesia dan saat ini menjadi agenda yang mulai mendapat perhatian dari jajaran DPRD Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Hanya saja sejauh ini, DPRD Kepahiang belum memastikan apakah akan ikut serta atau tidak.
Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro, SE, M.Sc mengatakan, saat ini pihak sekretariat dewan belum menerima edaran atau surat resmi mengenai kepastian jadwal Bimtek nasional tersebut.
“Kami di DPRD Kepahiang sejauh ini belum menerima informasi resmi terkait pelaksanaan Bimtek DPRD se-Indonesia. Namun, memang biasanya kegiatan bimtek seperti itu ada setiap tahunnya,” ujar pria yang akrab disapa Igor ini saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, keikutsertaan anggota DPRD Kepahiang dalam kegiatan pembekalan luar daerah tidak bisa disamaratakan atau diikuti begitu saja. Di tengah semangat efisiensi anggaran daerah yang tengah diterapkan Pemkab dan DPRD Kepahiang, lembaga legislatif dituntut untuk ekstra selektif dalam mengalokasikan kas daerah.
Dengan itupula pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam terlebih dahulu terkait sejauh mana efektivitas, manfaat, serta urgensi dari materi Bimtek yang ditawarkan sebelum membuat keputusan akhir.
“Kita akan lihat urgensinya terlebih dahulu. Ditambah lagi kita harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah kita saat ini yang memang terbatas. DPRD Kepahiang harus selektif menentukan kegiatan yang berdampak langsung,” tegasnya.

Selain pertimbangan efisiensi anggaran, keberlangsungan fungsi legislasi daerah juga menjadi parameter kunci. Bahkan pria yang sering disapa Igor tersebut mengungkapkan, jadwal Bimtek nantinya akan dicocokkan dengan agenda pembahasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Kepahiang.
Apabila pelaksanaan Bimtek nasional tersebut berbenturan dengan agenda krusial pembahasan Raperda di daerah, DPRD Kepahiang dipastikan tidak akan memboyong seluruh anggota dewan.
“Selain masalah anggaran, kita juga menimbang agenda Propemperda daerah. Jika jadwalnya bertabrakan dengan pembahasan Raperda, kemungkinan besar DPRD Kepahiang hanya akan mengutus beberapa orang perwakilan saja,” pungkas Igor.













