PUSTAKATA.COM, Jakarta Selatan – Berangkat dari pengalaman, refleksi kebijakan dan pembelajaran lapangan mengenai pengawalan program ketahanan pangan, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meluncurkan buku “Mengawal Pangan Menuai Aman”.
Buku ke-42 Jenderal Bintang Tiga ini menegaskan jika ketahanan pangan kini tidak lagi dipandang sebagai urusan sektor pertanian semata.
Tetapi juga telah menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas nasional, kesejahteraan masyarakat, dan daya tahan bangsa menghadapi berbagai tantangan global.
Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut ditulis bersama Irjen Pol. Anwar dan Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.
Buku ini mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan dan pembelajaran lapangan mengenai pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.
Dalam buku tersebut dijelaskan jika tantangan global seperti perubahan iklim, dinamika pasar internasional, pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, hingga gangguan rantai pasok menuntut negara untuk memperkuat kemandirian pangan.
Yang harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Maka, penguatan sektor pangan tidak hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional.
Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” juga menguraikan bagaimana peran Polri ditempatkan secara proporsional dalam mendukung program strategis nasional.
Polri hadir melalui fungsi pengawalan, koordinasi, dan stabilisasi agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan efektif.
Juga sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat, dan para petani dalam menjalankan aktivitas produksi.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup.
“Kemudian terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Dedi dalam peluncuran buku yang digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik.
“Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global,” tegas Wakapolri.
Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, pembuat kebijakan, praktisi, serta masyarakat luas dalam memahami keterkaitan antara ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, dan keamanan nasional.
Buku ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus berkontribusi tidak hanya melalui pengabdian di lapangan, tetapi juga melalui pengembangan pengetahuan dan gagasan strategis bagi kemajuan bangsa.













