Perbaikan Irigasi di Gunung Selan, DPRD Bengkulu Utara Optimis Petani Diuntungkan

Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Parmin, SIP saat diwawancarai di sela-sela kegiatan gotong royong penanganan jebolnya pintu air irigasi di Desa Gunung Selan, Rabu (28/10/2026). (Kahfi/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara mengapresiasi dan mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, dalam menangani jebolnya pintu air jaringan irigasi persawahan.

Terlebih jebolnya pintu air itu akibat banjir beberapa bulan lalu, sehingga dengan penanganan yang dilakukan secara langsung dapat menguntungkan petani.

Dukungan tersebut disampaikan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, menyusul kegiatan gotong royong pemasangan bronjong di pintu air irigasi persawahan Desa Gunung Selan, Rabu (28/10/2026).

Aksi gotong royong tersebut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Parmin, SIP mengatakan, langkah yang dilakukan Pemkab Bengkulu Utara sangat layak diapresiasi. Karena secara langsung menunjukkan kepedulian terhadap keluhan petani.

“Terutama yang terdampak jebolnya jaringan irigasi. Peangnan itu, juga membuktikan kepedulian terhadap keluhan petani,” tegas Parmin yang turut bergotongroyong.

Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, SIP bersama Bupati Arie Septia Adinata saat bergotongroyong memasang bronjong di Desa Gunung Selan, Rabu (28/10/2026).(Kahfi/PustaKata.Com)

Parmin menyampaikan, semangat kebersamaan menjadi kunci pembangunan di Bengkulu Utara. Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani merupakan laporan dari masyarakat di tiga desa.

“Mulai dari Desa Gunung Selan, Kalbang, dan Taba Baru yang langsung ditindaklanjuti pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, kerusakan jaringan irigasi tersebut setidaknya berdampak pada areal persawahan seluas 45 hektar, yang tidak dapat ditanami padi.

“Berdasarkan usulan petani dari tiga desa itu, pemerintah daerah (Pemda) mengajukan bantuan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Provinsi Bengkulu,” paparnya.

Alhamdulillah, bantuan dari BWSS Bengkulu sebanyak 225 bronjong. Tindakan hari ini merupakan tahap awal dan sifatnya sementara, tentunya percepatan membantu masyarakat agar bisa melakukan tanam padi di areal 45 hektare.

“Kita yakin penanganan ini merupakan solusi tepat bagi petani,” ujar Parmin.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, MAP berharap langkah cepat tersebut mampu memulihkan kembali aktivitas pertanian warga.

Ia juga meminta dukungan dan do’a masyarakat agar ke depan kawasan tersebut dapat dibangun secara permanen melalui usulan pembangunan lewat pemerintah pusat.

“Langkah awal ini diharapkan dapat memulihkan ekonomi masyarakat, khususnya petani. Ke depan areal ini kita targetkan bisa dibangun secara permanen,” tandasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *