Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Cartenz Ungkap Hasil Visum

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo

PUSTAKATA.COM, Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan pilot PT. AMA, Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meniLnggal akibat luka tembak di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo.

Jenazah pilot diterbangkan dari Timika pukul 16.30 WIT dan tiba di Jayapura pukul 17.30 WIT menggunakan Pesawat Boeing 737.

Prosesi ibadah penguatan dipimpin Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You sebelum jenazah dibawa ke RSUD Bhayangkara untuk visum.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pilot yang melayani misi kemanusiaan.

“Atas nama Satgas, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pihak PT AMA. Pemeriksaan visum dilakukan untuk menjelaskan secara ilmiah penyebab kematian korban,” ujarnya dalam press release di RS Bhayangkara Polda Papua.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian memaparkan hasil pemeriksaan jenazah. Ditemukan luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan sekitar telinga kanan korban.

“Patah tulang rahang atas kiri dan kanan serta rahang bawah sisi kanan juga ditemukan akibat kekerasan benda tumpul,” jelasnya.

Pihaknya juga menemukan luka tembak masuk tempel pada pipi kiri sesuai karakteristik contact gunshot wound. Jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan korban.

“Pemeriksaan radiologi menunjukkan patah tulang pada dasar tengkorak yang menyebabkan kematian sangat cepat,” imbuh Kombes Pol. Rommy.

Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata mengungkap hasil penyelidikan sementara. Aksi penembakan diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip, yang dipimpin M. Mbalingga.

“Kelompok ini merupakan kelompok baru yang masih terus diidentifikasi tim Ops Damai Cartenz,” ucapnya.

M. Mbalingga mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut melalui pernyataan di media sosial. Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa tidak lama setelah kejadian berlangsung. Foto pelaku berdiri di atas pesawat PT AMA yang terbakar menguatkan identifikasi pelaku.

Kasatgas Humas membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai tuduhan terhadap PT AMA. “PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun,” tegasnya.

Baru kali ini PT AMA mengalami peristiwa tragis seperti penembakan dan pembakaran pesawat. Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyidikan terus dilakukan secara profesional dan terukur.

Seluruh pelaku beserta motif di balik penembakan diungkap melalui proses hukum yang berlangsung. Kepastian hukum atas peristiwa ini menjadi perhatian nasional maupun internasional yang harus diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *