PUSTAKATA.COM, Korea Selatan – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, resmi menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU).
Pemberian gelar Dr. (Hc) yang berlangsung dalam seremoni akademik di kampus KMOU Busan Korea selatan pada Rabu (01/04/2026) tersebut, atas kontribusi Sultan dalam memperkuat diplomasi parlemen Indonesia selama ini.
Sultan yang merupakan Putra asal Provinsi Bengkulu menjadi tokoh Indonesia kedua, setelah Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri yang dianugerahi gelar serupa.
Penganugerahan ini dipimpin langsung Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, dengan promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies, serta dihadiri lengkap jajaran senat, civitas akademik kampus.
Dalam momen itu, Sultan tampak di dampingi istri, dua pimpinan dan beberapa anggota DPD RI, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, serta beberapa pengusaha dan kolega di Korea.
Menurut Prof. Kim, pemberian gelar kehormatan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Senator asal Bengkulu ini, dalam memperkuat diplomasi parlemen Indonesia selama ini.
“Khususnya dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, serta konsistensinya dalam mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Pihaknya mengenal lama sosok dan mengikuti kiprah Ketua DPD RI Sultan selama ini. Beliau pantas untuk mendapatkan gelar ini, karena Pak Sultan orang paling aktif melalukan diplomasi.
“Kemudian mengenalkan potensi semua daerah di Indonesia,” ujar mantan wakil Ketua Assosiasi Forum Rektor se-Korea dan mantan Konjen Korea yang sangat fasih berbahasa Indonesia.
Dalam orasi ilmiahnya, Sultan menegaskan bahwa laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban, dan fondasi masa depan kerja sama global.
“Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tapi juga jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi dan keberlanjutan,” ujar Sultan.
Penulis Buku Green Democracy ini juga menekankan pentingnya membangun kerja sama internasional, yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
“Tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, sejalan dengan arah pembangunan global dan visi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy),” papar Sultan.
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan dikenal sebagai tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional.
Dalam agenda legislasi, mantan wakil Gubernur Bengkulu ini aktif mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai basis kebijakan, yang berpihak pada wilayah kepulauan.
“Serta masyarakat pesisir dan optimalisasi potensi kelautan Indonesia, sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional,” tegasnya.
Ussai menerima gelar, Sultan mengapresiasi dan rasa terima kasih kepada KMOU sebagai institusi akademik, yang telah berkontribusi besar.
Termasuk dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut bagi Republik Korea dan dunia.
“Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden KMOU, para profesor, dan seluruh civitas akademika atas gelar kehormatan ini,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi pengakuan akademik terhadap eksistensi masyarakat daerah kepulauan dan ekosistem di seluruh lautan Indonesia,” lanjut Sultan.
Sultan mengatakan, gelar Doctor kehormatan ini menjadi tanggung jawab moral yang harus dijaga. Dunia international menantikan komitmen Indonesia.
“Khususnya DPD RI sebagai lembaga legislatif dalam menyusun kebijakan terkait Daerah Kepulauan dan Kelautan,” imbuhnya.
“Yang bertujuan untuk membangun kerja sama global di bidang pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan,” tambah Sultan.
Lebih lanjut, Sultan menegaskan, penganugerahan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea ke arah yang lebih konkret dan berdampak terhadap pembangunan daerah.
“Kami berharap momentum ini dapat meningkatkan hubungan Indonesia-Korea ke level yang lebih implementatif dan berkelanjutan,” singkatnya.













