PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Program dan visi misi yang dimiliki, menjadi modal bagi pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota nomor urut 4, Benny Suharto-Farizal, menghadapi debat kandidat perdana Pilwakot Bengkulu Tahun 2024.
Debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) KOta Bengkulu, mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Menuju Pelayanan Publik yang Efektif dan Efisien, Sabtu malam (26/10/2024).
Calon Walikota Bengkulu, Benny Suharto mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi debat kandidat perdana, yang merupakan salah satu tahapan dalam Pilwakot pada nanti malam.
“Namun, kalau ditanyakan siap. Ya, sudah barang tentu kita pasti siap,” kata Benny.
Ia optimis dapat menjawab semua pertanyaan dari panelis dan keempat paslon lainnya, saat debat kandidat berlangsung. Walaupun dalam debat ini, salah satu modal baginya yakni hasil dialog dengan masyarakat selama ini.
“Saat turun di tengah-tengah masyarakat, saya intens berdialog dan berdiskusi. Banyak hal yang kita diskusikan, mulai dari isu pembangunan dan persoalan lainnya di Kota Bengkulu,” ujarnya.
Dari dialog dan diskusi itu, lanjut Benny, diperoleh jawaban, langkah konkrit dan solusi apa yang mesti dilakukan untuk Kota Bengkulu ini.
“Hasil dari diskusi dengan masyarakat, berikut langkah apa yang diambil itu pun, dapat menjadi modal bagi kami untuk menghadapi debat kandidat malam nanti,” imbuhnya.
Disamping itu, tambah Benny, program dan visi misi untuk mewujudkan Kota Bengkulu Maju Sejahtera dan Berkelanjutan, yang diusungnya bersama Pak Farizal, juga dibawanya saat debat kandidat.
“Sesuai dengan tema nanti malam, setidaknya ada empat fokus kami untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik,” tegasnya.
Pertama, kepastian hukum dengan menjamin adanya Peraturan Daerah (Perda). Kedua, birokrasi sederhana yang dalam implementasinya memotong rantai birokrasi agar masyarakat dapat terlayani dengan lebih cepat dan tanpa kerumitan.
“Ketiga, partisipasi masyarakat. Praktiknya mendorong keterlibatan masyarakat di berbagai sektor untuk memastikan pembangunan yang inklusif,” jelas Benny.
“Terakhir, digitalisasi dan sistem merit dengan menghadirkan pusat data dan informasi kota yang terintegrasi dengan sistem merit berbasis digital, demi efisiensi dan transparansi pelayanan publik,” pungkasnya.













