Bangun Bengkulu dengan Kearifan Lokal, Benny-Farizal Kuasai Panggung Debat

Paslon Benny Suharto-Farizal saat debat publik kedua Pilwakot Bengkulu, Jum'at (8/11/2024). (Reki/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu nomor urut 4, H. Benny Suharto-Farizal terlihat menguasai panggung debat publik kedua, Jum’at (8/11/2024) malam.

Penguasaan itu terlihat saat calon wakil wali kota Farizal, mampu menjawab pertanyaan para panelis. Kemampuan itu tentunya, tak lepas dari visi yang diusung keduanya yakni mewujudkan Kota Bengkulu yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Calon Wali Kota Bengkulu, Benny Suharto memaparkan, sesuai dengan tema debat malam ini, visinya tersebut dijabarkan dalam beberapa program unggulan.

“Baik itu sektor kebudayaan, pariwisata, religius, dan kearifan lokal,” katanya di awal debat dengan tema ‘Kebudayaan, Pariwisata, Religius dan Kearifan Lokal dalam Rangka Mempertahankan NKRI’.

Dalam paparannya, Benny menjelaskan, program-program yang diusung timnya dirancang untuk menguatkan identitas Kota Bengkulu, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi yang ada.

“Di bidang kebudayaan, kami berkomitmen untuk mengembangkan budaya daerah yang berbasis pada kearifan lokal,” paparnya.

Salah satu program utamanya, lanjut Benny, dengan memberikan bantuan operasional untuk lembaga-lembaga adat dan pelaku seni budaya di Bengkulu.

“Sehingga kegiatan pelestarian budaya dapat terus berjalan, dan generasi muda memiliki wadah untuk belajar serta mengembangkan budaya asli daerah,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, sektor pariwisata juga menjadi perhatian utama baginya dan Farizal. Pihaknya berencana mengembangkan berbagai destinasi wisata lokal.

“Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, kami juga menekankan pentingnya penataan ruang hijau sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata,” tegas Benny.

Di bidang keagamaan, pasangan ini menawarkan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung kegiatan keagamaan.

“Seperti pemberian bantuan uang kematian sebesar Rp 2 juta bagi keluarga yang berduka. Selain itu, mereka juga berkomitmen menyediakan biaya operasional untuk rumah ibadah dan perangkat agama di Kota Bengkulu,” jelasnya.

Sementara dalam debat publik, calon wakil wali kota Farizal mengemukakan, dalam membangun Kota Bengkulu, mereka selalu mengedepankan kearifan lokal agar nilai-nilai luhur yang diwariskan tetap terjaga.

“Kota ini memiliki kekayaan budaya dan nilai tradisional yang harus dilestarikan. Kami berkomitmen menjaga dan mengembangkan hal ini agar masyarakat tidak kehilangan identitasnya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *