PUSTAKATA.COM, Pekanbaru – Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau, mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis.
Kegiatan itu diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.
“Bakti sosial ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, dan menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan, yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Jadi hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting, yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia,” ujar Irjen Pol. Herry, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Kapolda turut membagikan pengalaman pribadinya saat mendampingi sang ayah yang mengalami gangguan penglihatan, ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kemampuan melihat, dan betapa besar arti sebuah penglihatan bagi kualitas hidup seseorang.
“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik,” kata dia.
“Ketika hari ini ada 310 masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” lanjutnya.
Herry menegaskan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama.
Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Emi Wiranto mengatakan, kegiatan operasi katarak gratis ini bagian dari komitmen yayasan, untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata,” tambahnya.
Sementara itu, CEO Rumah Sakit Awal Bros, Arfan Awaloeddin mengatakan, kolaborasi menjadi bagian dari komitmen bersama, untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan,” tutupnya.













