Jelang Puncak Haji, Polri Perkuat Perlindungan Jemaah

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo beserta tim saat melakukan lawatan dan pertemuan dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Kantor PSS Kota Riyadh, Jumat (22/5/2026). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Arab Saudi – Mejelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Polri berkolaborasi dengan Arab Saudi memperkuat perlindungan terhadap para jema’ah.

Ini terungkap setelah Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo beserta tim, melakukan lawatan dan pertemuan dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Kantor PSS Kota Riyadh Arab Saudi, Jumat (22/5/2026).

Pertemuan antara Wakapolri dan pihak PSS, guna memperkuat koordinasi Indonesia-Arab Saudi dalam perlindungan warga negara dan pengamanan ibadah haji menjelang puncak haji 2026.

Kedatangan Wakapolri disambut Wakil Dir Intel PSS, Mayjen. Abdul Hamid, dalam suasana hangat yang mencerminkan hubungan erat kedua negara.

Lawatan ini bagian dari sinergi Satgas Haji Polri dengan Kementerian Haji dan Umrah RI untuk mengawasi, mencegah, dan melindungi masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, serta penipuan.

Hingga kini, Subsatgas Gakkum telah menangani 11 LP dan 21 LI, menetapkan 13 tersangka, 320 korban, kerugian Rp10,025 miliar, serta mencegah keberangkatan 32 WNI calon jemaah haji ilegal.

Kedua pihak juga membahas penguatan koordinasi, pertukaran informasi, dan percepatan penanganan masalah jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan, perlindungan jema’ah membutuhkan penguatan sinergi sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Kami bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan,” ungkapnya.

“Pada saat yang sama, Polri juga berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” lanjutnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah.

“Perlindungan jema’ah tanggungjawab bersama. Sehingga penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi jadi penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib dan sesuai ketentuan,” tandas Johnny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *