PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Pertamina mengambil sampel BBM dari beberapa SPBU di Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan, pasca maraknya kendaraan mogok usai isi pertalite Di SPBU yang dikeluhkan warga di media sosial.
Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti mogoknya kendaraan warga.
Sales Area Manager Pertamina Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, mengatakan, bahwa pihak Pertamina telah mengambil sampel BBM dari beberapa SPBU di Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami sudah mengambil sampel dari beberapa SPBU. Ini untuk mengetahui titik terang dari permasalahan yang terjadi,” jelas Farid, Minggu (04/10/2026).
Farid menegaskan, Pertamina juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa terdampak untuk melaporkan kejadian tersebut agar dapat ditindaklanjuti.
Masyarakat dapat melapor langsung ke SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM atau menghubungi Pertamina Call Center 135.
Farid menjelaskan, masyarakat yang merasa dirugikan tidak harus membawa struk pembelian saat melakukan pengaduan.
“Cukup datang ke SPBU dan menyampaikan kira-kira pukul berapa melakukan pengisian. Nanti pihak SPBU akan melakukan pengecekan,” terangnya.
Ia memastikan proses pengecekan dan pengambilan sampel akan terus dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai penyebab kendaraan masyarakat mengalami mogok setelah mengisi Pertalite.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan Pemprov Bengkulu bersama Pertamina telah meninjau SPBU di Bengkulu.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas BBM, khususnya Pertalite, yang dijual kepada masyarakat serta mencari tahu penyebab kendaraan mengalami gangguan setelah melakukan pengisian BBM.
“Kita cek SPBU(KM 6,5) karena konsumen Pertalite tertinggi. Beredar di media sosial banyak masyarakat mengeluhkan kendaraannya mogok dan harus menguras tangki minyak. Jadi kita cek untuk melihat dan mencari solusi bersama,” ujar Rico.













