PUSTKATA.COM, Bengkulu – Menjelang pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2024-2029, dukungan terhadap Sultan Bachtiar Najamudin (SBN) semakin menguat.
Elisa Ermasari, salah satu senator terkemuka asal Bengkulu, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Sultan dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Minggu (29/09/2024).
“Saya dukung betul Bang Sultan, putra asli Bengkulu, untuk duduk sebagai Ketua DPD RI. Dari 110 suara dukungan yang sudah ada untuk Bang Sultan, salah satunya adalah suara saya,” ungkap Elisa dengan penuh keyakinan.
Elisa Ermasari, yang dikenal sebagai peraih suara terbanyak dari DPD RI Dapil Bengkulu dalam Pemilu sebelumnya, kini menjadi salah satu pilar penting dalam jajaran senator yang mendukung pencalonan Sultan.
Dengan posisinya yang berpengaruh, dukungan dari Elisa tak hanya memperkuat posisi Sultan, tetapi juga menunjukkan adanya kepercayaan yang besar terhadap kemampuan dan kepemimpinan Sultan dalam membawa perubahan bagi lembaga DPD RI.
Dukungan yang diberikan Elisa tidak dapat dianggap remeh, mengingat latar belakang dan rekam jejaknya yang solid di kancah politik Bengkulu.
Sebagai seorang perempuan yang memiliki pengaruh signifikan, keberaniannya mendukung Sultan dianggap sebagai langkah strategis yang mampu memengaruhi senator lainnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Ini bukan hanya soal dukungan pribadi. Saya percaya bahwa Bang Sultan memiliki visi yang jelas untuk memajukan peran DPD RI ke depannya,” lanjutnya.
“Selain itu, Bang Sultan sebagai putra Bengkulu, tentu saya berharap beliau bisa membawa nama baik Bengkulu di tingkat nasional,” tambah Elisa lagi.
Namun, situasi di lingkup senator Bengkulu tidak seluruhnya sejalan. Di tengah-tengah semakin kokohnya dukungan terhadap Sultan, terdapat perbedaan sikap dari dua senator lainnya, yang justru menimbulkan tanda tanya besar terkait arah dukungan mereka dalam pemilihan mendatang.
Destita Khairilisani, senator lain dari Bengkulu, secara terbuka telah menyatakan dukungannya kepada La Nyalla Mattalitti, kandidat petahana yang juga mencalonkan diri kembali sebagai Ketua DPD RI.
Sebuah video yang memperlihatkan pernyataan dukungan Destita kepada La Nyalla bahkan telah beredar luas di berbagai media sosial. Keputusan Destita ini tentu memperkuat posisi La Nyalla di tengah persaingan yang semakin ketat, sekaligus menegaskan tidak semua senator Bengkulu mendukung Sultan.
Di sisi lain, senator Leni Haryati Jhon Latief memilih untuk bersikap lebih hati-hati. Ketika dikonfirmasi, Leni memberikan jawaban yang samar saat ditanya mengenai pilihan dukungannya.
Dimana Leni hanya mengatakan, “Insya Allah,” tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut terhadap jawaban yang tentu masih menyisakan spekulasi, apakah mendukung Sultan atau La Nyalla, atau bahkan kandidat lain yang belum secara resmi menyatakan pencalonan.
Dengan pemilihan Ketua DPD RI yang semakin dekat, ketidakpastian dari dua senator Bengkulu ini menciptakan dinamika menarik dalam peta politik internal di DPD.
Jika seluruh senator dari Bengkulu memberikan dukungan yang solid terhadap Sultan B Najamudin, peluang putra daerah ini untuk memimpin DPD RI bisa semakin besar.
Namun, dengan adanya perpecahan dukungan, terutama mengingat posisi Destita yang condong kepada La Nyalla, peluang tersebut menjadi semakin kompleks dan penuh tantangan.
Pemilihan Ketua DPD RI 2024-2029 bukan hanya sekadar ajang kompetisi politik, tetapi juga merupakan momen penting bagi setiap provinsi, termasuk Bengkulu, untuk memperlihatkan pengaruhnya di tingkat nasional.
Bagi Sultan B Najamudin, dukungan dari kampung halamannya menjadi modal besar dalam upayanya meraih posisi Ketua DPD RI. Namun, dinamika politik di antara para senator, terutama dengan masih adanya suara yang belum bulat dari Bengkulu, menjadi faktor yang harus ia pertimbangkan dengan matang.
Sampai saat ini, pencalonan Sultan B Najamudin tetap dianggap sebagai salah satu yang terkuat, dengan dukungan dari banyak senator di berbagai daerah.
Tapi, apakah dukungan itu cukup untuk mengalahkan La Nyalla yang juga memiliki basis pendukung yang kuat, masih menjadi teka-teki yang hanya terjawab saat pemilihan resmi digelar.
Dukungan penuh dari Elisa Ermasari tentu memberikan angin segar bagi kampanye Sultan. Namun, perhatian kini tertuju pada bagaimana sikap Leni Jhon Latief yang belum sepenuhnya mengambil keputusan, serta dampak dukungan terbuka Destita Khairilisani kepada La Nyalla yang bisa memecah kekuatan politik senator asal Bengkulu.
Provinsi Bengkulu kini menjadi salah satu fokus dalam pemilihan ini, dan hasil akhirnya bukan hanya menentukan nasib Sultan B Najamudin, tetapi juga masa depan Bengkulu di pentas nasional.
Editor/Writer: Tim Redaksi













