PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB), melatih masyarakat Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu mengelola sampah.
Pelatihan yang dimotori enam mahasiswa, yang tergabung dalam Kelompok IV ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat, dalam praktik lapangan Mata Kuliah Community Based Development (CBD) atau pembangunan berbasis masyarakat.
“Kegiatan kita ini berupa pengelolaan sampah,” ujar Mahasiswa Sosiologi FISIP UNIB, Fera Yolanda didampingi Eni Ulandari, Angelina Margaretha S, Angelie Sukarsi, Dandy Fahturozy, dan Susila Karniati, Minggu (15/12/2024).
Fera menjelaskan, dalam implementasi pelatihan pengelolaan sampah ini, pihaknya mengedepankan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.
“Kegiatan ini kita laksanakan tanggal Sabtu (14/12/2024) kemarin, dengan lokasi di Kelurahan Lempuing yang memiliki jarak tempuh dari UNIB sekitar 20 menit,” katanya.
Dipilihnya lokasi ini, lanjutnya, karena memiliki potensi dan tantangan tersendiri, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kami berharap dengan pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat, untuk mengelola sampah secara kreatif dan berkelanjutan,” harap Fera.
Eni Ulandari menambahkan, tema utama kegiatan kelompoknya, Pemanfaatan Sampah Botol Kaca atau Saboca untuk menjadi produk Vas Bunga.
“Ini juga sebagai upaya mengurangi limbah botol kaca, sekaligus menambah nilai ekonomis. Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga pelatihan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sementara Angelina Margaretha S menyampaikan, selama pelatihan, para peserta dikenalkan pada teknik dasar daur ulang botol kaca.
“Mulai dari membersihkan, memotong, hingga menghias botol menjadi vas bunga yang menarik. Proses ini dilakukan dengan alat sederhana, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengaplikasikannya di rumah,” imbuhnya.
Angelie Sukarsi mengemukakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, akan entingnya pengelolaan sampah.
“Tetapi juga untuk memberikan keterampilan yang dapat membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah botol kaca yang selama ini sering kali hanya menjadi sampah tanpa nilai guna,” harapnya.
Disisi lain, Dandy Fahturozy menilai, antusiasme masyarakat Lempuing terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah Saboca.
“Masyarakat aktif bertanya dan mencoba langsung proses pembuatan vas bunga. Kami optimis, pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat,” tegasnya.
Kemudian Susila Karniati mengaku kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan hasil karya bersama berupa vas bunga kepada perwakilan masyarakat, sebagai simbol keberlanjutan inisiatif.
“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami menargetkan dapat berkontribusi nyata dalam pengelolaan lingkungan di tengah-tengah masyarakat, yang diawali pada pendekatan komunitas, demi pembangunan yang lebih berkelanjutan,” tutupnya.













