Cerita Dibalik Terduga Pelaku Perusakan Makam di Embung Ijuk Kepahiang, Saat Ini Sudah Dijemput Keluarga Pulang ke Bantul DIY

Dinsos Bantul DIY jemput AAW di Dinsos Kepahiang

PUSTAKATA.COM, Kepahiang – Masih ingat dengan kejadian perusakan Makam di TPU Desa Embung Ijuk Kecamatan Bermani Ilir Provinsi Bengkulu sebulan lalu. Saat ini terduga pelaku yang bernama AAW sudah dijemput pihak keluarga serta Dinsos Bantul DIY pulang ke rumah lnya.

Terduga pelaku AAW sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeprapto Bengkulu selama 22 September – 24 Oktober 2026. Selama kisaran sebulan lebih menjalani perawatan akhirnya dijemput pihak keluarga dan Dinsos Bantul DIY.

Keluarga Akui Pernah Dirawat di RSJ Bantul DIY

Kepala Dinsos Kepahiang, H. Helmi Johan mengungkapkan, informasi dari pihak keluarga yang bersangkutan memang pernah menjalani perawatan di RSJ setempat dan rutin minum obat.
“Memang sempat jadi pasien, tapi kondisinya sembuhnya dan rutin minum obat,” ungkap Helmi.

Merantau ke Lampung & Sempat Jadi Gelandangan

Lanjut Helmi, yang bersangkutan (AAW) awal Tahun 2026 merantau dari Bantul DIY ke Lampung. Hanya saja selama bekerja di Lampung tidak menerim gaji. Sehingga yang bersangkutan kabur dan sempat jadi gelandangan.
“Kerja di Lampung dan tidak digaji sehingga kabur, bahkan sampai ke Palembang Sumsel,” lanjutnya.

Sejak kabur dari Lampung yang bersangkutan hingga sampai ke Palembang dan selama itu juga yang bersangkutan jadi gelandangan. Bahkan sampai ke Kabupaten Kepahiang tepatnya di Desa Embung Ijuk Kecamatan Bermani Ilir.

Dievakuasi Dinsos Kepahiang dan Tidak Akui Rusak Makam

Mendapatkan informasi adanya seseorang yang diduga Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan merusak makam, Dinsos Kepahiang segera melakukan evakuasi hingga menjalani perawatan di RSJ Soeprapto Bengkulu.

Saat ini yang bersangkutan sudah sehat. Terkait pengerusakan makam, yang bersangkutan tidak mengakui.
“Dia mengatakan, tidak pernah merusak makam dan saat itu kebetulan dia melewati Desa Embung Sido. Yang jelas saat ini yang bersangkutan sudah sehat dan sudah di pulangkan ke Bantul DIY,” demikian Helmi.

Sekadar mengulas, suasana tenang di Desa Embong Ijuk, Kabupaten Kepahiang mendadak gempar. Puluhan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa setempat ditemukan dalam kondisi rusak parah dan porak-poranda pada bagian struktur bangunan hingga batu nisan.

Sontak, kondisi makam yang tak lazim ini memicu tanda tanya besar sekaligus keresahan mendalam bagi warga, terutama pihak keluarga yang sanak saudaranya dimakamkan di tempat tersebut. Hingga akhirnya terduga pelaku ditangkap dan di evakuasi Dinsos Kepahiang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *