PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 423-01/Ketahun, terus mengintensifkan pendampingan dan pengawasan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kualalangi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Kodim 0423/Bengkulu Utara, guna mewujudkan percepatan pembangunan sarana infrastruktur di daerah binaan.
Dengan melakukan pendampingan serta pengawasan secara langsung di lapangan, proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kualalangi dapat berlangsung sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Babinsa Kualalangi, Sersan Mayor (Serma) Jumenak bersama Sersan Satu (Sertu) Surwanto, dan Sertu Leo secara giat melaksanakan pemantauan terhadap kemajuan proyek pembangunan.
Ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan selamat, teratur, dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.
Hingga periode pelaporan ini, perkembangan proyek menunjukkan hasil yang positif. Pekerjaan pengecoran untuk fondasi tiang pilon di sisi tepi yang jauh telah mencapai sekitar 60 persen.
Sementara pengecoran fondasi angkur di bagian tepi jauh telah mencapai 70 persen. Berbagai material pokok seperti semen, pasir, batu gunung, dan batu pecah (split) telah tersedia.
Begitu juga dengan material besi tulangan, tali kawat baja (seling), serta berbagai perlengkapan penunjang lainnya terlihat di lokasi proyek.
Serma Jumenak menyampaikan, kehadiran Babinsa dalam pendampingan ini, merupakan wujud nyata dukungan dari TNI AD terhadap berbagai program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Jembatan gantung ini kelak sangat membantu warga dalam memperlancar akses transportasi, memudahkan kegiatan ekonomi, serta meningkatkan hubungan antardaerah,” katanya.
“Kami bakal terus melakukan pendampingan dan pengawasan, hingga seluruh proses pembangunan rampung,” pungkas Serma Jumenak, Rabu (10/6/2026).
Proyek pembangunan jembatan gantung perintis tersebut mendapatkan dukungan penuh dari warga. Mereka berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi mobilitas warga serta perkembangan ekonomi desa.
Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi pembangunan terpantau dalam kondisi yang aman, tertib, dan lancar.













