PUSTAKATA.COM, Jakarta – Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI) mendapatkan pengalaman berharga saat berkunjung ke Museum Bahari, Jakarta Utara. Dalam momen ini, para peserta diajak berkeliling dan melihat beragam koleksi.
Mulai dari jenis kapal tradisional hingga modern, memahami sejarah rempah-rempah yang menjadi daya tarik bangsa asing, serta menelusuri jejak perdagangan maritim yang membentuk peradaban Nusantara.
Museum Bahari, yang dahulu menjadi gudang penyimpanan rempah VOC, kini menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Para peserta tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai pentingnya jalur laut dalam perkembangan ekonomi, politik, dan budaya di masa lampau.
Duta Maritim Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Surya Mardiana turut aktif berinteraksi dengan pemandu museum. Sehingga kunjungan tersebut dapat membuka wawasannya, tentang betapa strategisnya posisi Indonesia di masa lalu.
“Sebagai Duta Maritim, saya merasa punya tanggung jawab untuk mengajak generasi muda Bengkulu agar semakin mencintai sejarah maritim dan melanjutkan semangat kejayaan bangsa di laut,” ujar Surya.
Antusiasme para peserta semakin terlihat saat mereka diajak menyusuri ruang koleksi rempah dan peta jalur perdagangan maritim dunia.
Di sana, mereka belajar bagaimana kekayaan laut dan hasil bumi Indonesia menjadi magnet besar bagi bangsa lain untuk datang ke Nusantara.
Surya mengharapkan, kegiatan di Museum Bahari ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda pada sejarah, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa maritim bukan hanya masa lalu, tetapi juga kunci masa depan bangsa Indonesia.
“Dengan semangat kebersamaan, kami para peserta SDMI bertekad menjaga dan mengembangkan potensi maritim Indonesia agar tetap berjaya di masa mendatang,” demikian Surya.













