PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara, mendorong penguatan budaya siaga bencana di tengah-tengah masyarakat.
Seruan ini disampaikan Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin yang sebelumya telah mengikuti apel dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (GKB) di kawasan Muara Sungai Lais.
Menurutnya, penting menanamkan kesadaran siaga bencana kepada seluruh lapisan masyarakat. Ini menyusul tingginya potensi ancaman bencana alam yang melingkupi wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
“Baik dari sisi geologis maupun hidrometeorologi yang kadang sulit diprediksi kondisinya,” ujar Parmin, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, penguatan kesadaran siaga bencana ini, bukan hanya menjadi tanggung jawap pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan bersama.
“Sehingga nantinya kita selaku masyarakat tidak panik saat bencana melanda. Muaranya tentu meminimalisir dampak ketika terjadi bencana, yang waktu terjadinya tidak bisa kita prediksikan,” tegas Parmin.
Budaya siaga bencana, kata Parmin, harus dijadikan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas dan beragai lapisan masyarakat.

“Selama ini masih banyak warga yang menganggap bencana sebagai sesuatu yang tiba-tiba tanpa ada persiapan matang. Padahal, dengan pemetaan risiko dan latihan rutin, korban jiwa dan kerugian materi dapat ditekan secara signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD pun berkomitmen untuk mendorong terwujudnya partisipatif, guna mendukung program-program pelatihan kebencanaan.
“Kita berharap kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dapat terus berlanjut, terutama dalam menyusun regulasi berbasis mitigasi risiko,” harap Parmin.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Alfian mengatakan, kerentanan bencana meliputi ancaman tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi yang kerap melanda.
“Kita mengapresiasi langkah DPRD yang secara aktif mendorong budaya siaga bencana,” tutupnya. (adv)













