Dewan Pers Sebut Pemberitaan Perubahan Iklim Cenderung Lebih Mendekati Pemerintah

Atmaji Sapto Anggoro saat kegiatan GPC

PUSTAKATA.COM, Jakarta – Dalam sebuah acara bertajuk Komunitas Pers Hijau (Green Press Community), Atmaji Sapto Anggoro, anggota Dewan Pers yang menjabat dari tahun 2022 hingga 2025, mengungkapkan data menarik terkait sorotan pemberitaan di Indonesia selama periode Januari hingga Oktober 2023. Hasil Pemantauan menggunakan alat pemantau big data, Newstensity, menunjukkan bahwa perubahan iklim menjadi fokus utama dalam liputan lingkungan dengan perolehan perolehan sebesar 31,8 persen.

Dari hasil pemantauan ini, tercatat sebanyak 398.201 berita yang terkait dengan isu lingkungan di Indonesia. Perubahan iklim menjadi sorotan utama, namun yang menjadi perhatian adalah kecenderungan pemerintah sebagai narasumber utama dalam liputan terkait isu lingkungan sepanjang tahun ini. Sapto mencatat bahwa sebanyak 10 persen sumber teratas berasal dari pihak pemerintah, kepolisian, dan pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Jadi harus ditekakan bahwa variasi narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk pengamat dan ahli, dapat memberikan liputan yang lebih komprehensif dan beragam terhadap isu perubahan iklim,” beber Sapto.

Selain perubahan iklim, sorotan media juga mencakup isu kebakaran hutan (27,3 persen), polusi udara (21,5 persen), limbah plastik (11,5 persen), dan deforestasi (3,8 persen).

“Isu perubahan iklim, narasumbernya masih orang-orang tertentu saja. Seharusnya bisa ditambah dengan pengamat agar lebih akseleratif,” singkatnya.

Acara Green Press Community (GPC) yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 9 November 2023 melibatkan ratusan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk wartawan, organisasi non-pemerintah, dan mahasiswa. Di hari terakhirnya, acara ini menghadirkan tiga Calon Presiden Republik Indonesia, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, untuk berbagi rencana kebijakan lingkungan yang mereka rencanakan jika terpilih sebagai Kepala Negara.

Menyelenggarakan acara, SIEJ, menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dalam menyampaikan kebijakan politik, mengundang para pemimpin masa depan untuk berbagi visi dan rencana terkait lingkungan hidup. #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *