PUSTAKATA.COM, Bengkulu – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Republik Indonesia (RI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menyebutkan Rumah Fatmawati Soekarno dii Jalan Fatmawati Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu merupakan salah satu saksi bisu sejarah bangsa Indonesia.
“Saya kagum pada Provinsi Bengkulu, yang memiliki sejarah panjang dalam terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Dimana pada awal perjuangan kemerdekaan, Bengkulu menjadi tempat pengasingan Bunga Karno sejak tahun 1939-1942,” ungkap Ayu Bintang saat napak tilas rumah kediaman Fatmawati Soekarno, Rabu (21/12/2022).
Menurutnya, di tempat inilah Sang Saka Merah Putih dijahit untuk pertama kalinya oleh Ibu Fatmawati dengan menggunakan mesin jahit manual. Sehingga rumah ini merupakan saksi bisu kecintaan Fatmawati terhadap Indonesia. Peran besar dan jasa dari Fatmawati Soekarno dalam mengantarkan kemerdekaan bangsa, tak hanya sekedar menjahitkan dua helai kain semata.
“Tapi juga melahirkan identitas bangsa Indonesia dan merajut nusantara dalam kesatuan melalui Sang Saka Merah Putih. Perjuangan Ibu Fatmawati, termasuk juga perjuangan para pahlawan perempuan di masa lalu merupakan hal yang perlu diteladani bersama. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi wadah refleksi kita bersama terkait perjuangan para perempuan,” tambahnya.
Sementara Cucu dari Fatmawati Soekarno, Puti Guntur Soekarno menyambut kunjungan Menteri PPPA dan menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya rangkaian PHI ke-94 di Provinsi Bengkulu. “Bengkulu merupakan provinsi yang menorehkan sejarah kental atas perjuangan Presiden Soekarno dalam menghantarkan kemerdekaan Indonesia,” singkatnya. #













