Monev Pembangunan Taman Santoso Kepahiang, Bupati Zurdi Nata Berikan Catatan Ini

Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata dan rombongan melihat pembangunan Taman Santoso Kepahiang, Senin (21/9/2026). (Efran/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Kepahiang – Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP Bersama sejumlah pejabat lainnya melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pekerjaan fisik berupa pembangunan Taman Santoso Kabupaten Kepahiang, Senin (21/9/2026).

Diketahui, pembangunan Taman Santoso Kabupaten Kepahiang menelan anggaran Rp 4,7 miliar dalam APBD Kepahiang Tahun Anggaran (TA) 2026. Dari dana yang dikucurkan pemerintah tersebut, akan dibangun sejumlah fasilitas. Diantaranya, jogging track, landmark Kepahiang dan tempat kuliner.

Bupati Zurdi Nata mengatakan, Monev dilakukan guna memastikan pekerjaan berjalan dengan lancer tanpa adanya kendala. Selain itu juga untuk memastikan sejauh mana progres yang sudah dilaksanakan hingga saat ini.

Pengawasan secara langsung tersebut diperlukan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan. Sehingga diperlukan pengawalan bersama Bersama, karena menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Kenapa kita mau lihat ini secara langsung? Kita mau tahu progres sampai mana proyek ini dikerjakan dan sampai mana proyek ini terlaksana sampai saat ini,” kata Zurdi Nata.

Ia juga berpesan kepada pihak ketiga atau kontraktor supaya mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk menggunakan alat pelindung diri selama proses pembangunan berlangsung.

Selain itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain kepada kontraktor atau pihak ketiga, kepada pengawas agar tidak hanya melakukan pemantauan dari kantor, tetapi aktif berada di lokasi proyek dan menyampaikan laporan perkembangan pekerjaan secara akurat,” pesan bupati.

Pekerja pembangunan Taman Santoso Kepahiang yang tengah bekerja, Senin (21/9/2026). (Efran/PustaKata.Com)

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kepahiang.

Menurutnya, pengawasan secara kolaboratif dapat memastikan setiap proyek berjalan sesuai ketentuan, menghasilkan pembangunan berkualitas, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP melakukan titik nol revitalisasi Taman Santoso pada, Sabtu 15 Agustus 2026. Pemkab Kepahiang memastikan revitalisasi Taman Santoso menjadi salah satu program prioritas yang akan dikerjakan secara bertahap.

Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan yang sudah ada, sehingga tidak seluruh fasilitas lama akan dibongkar.

Revitalisasi Taman Santoso tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik saja. Pemkab Kepahiang juga menghadirkan sebuah ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, rekreasi hingga kegiatan ekonomi.

Konsep revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan bangunan atau fasilitas yang dinilai masih layak. Fasilitas yang masih memiliki kondisi baik nantinya akan dipercantik dan ditata kembali agar menyatu dengan konsep kawasan yang baru.

Pembangunan yang dilakukan, diharapkan mampu mengubah wajah Taman Santoso menjadi kawasan publik yang lebih hidup. Keberadaan jogging track nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana berolahraga, sementara landmark Kepahiang diharapkan menjadi salah satu penanda atau ikon yang dapat memperkuat identitas daerah.

Sementara keberadaan area kuliner juga diharapkan membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat bersantai, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *