Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dwi Tunggal Hampir Rampung

Progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal yang sudah hampir rampung dikerjakan, Selasa (12/5/2026). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Rejang Lebong – Kabar gembira datang dari Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan di bawah koordinasi Kodim 0409/Rejang Lebong, kini memasuki fase akhir yang menentukan.

Hingga Selasa (12/5/2026), realisasi fisik proyek strategis ini telah mencapai 95 persen, menyisakan sejumlah pekerjaan teknis yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Para pekerja bersama personel TNI AD berbaur dengan masyarakat setempat, saat ini tengah fokus pada proses pengencangan dan penyetelan tali sling, baik pada bagian atas maupun bawah konstruksi.

Setelah itu, pengerjaan dilanjutkan dengan pengelasan besi geladak membujur jembatan. Seluruh tahapan dikerjakan tim gabunga secara cermat untuk memastikan setiap sambungan dan sling mampu menahan beban sesuai standar keselamatan.

Dibagian lain, suasana gotong royong begitu terasa di lokasi proyek. Masyarakat dari berbagai usia tampak antusias membantu pekerjaan ringan.

Sementara para prajurit TNI bahu-membahu mengangkat material dan melakukan pengelasan. Semangat kebersamaan ini menjadi pemandangan umum setiap hari, menunjukkan bahwa proyek ini benar-benar milik rakyat.

Jembatan Gantung Garuda yang dibangun memiliki panjang total 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Meskipun terbilang sederhana dari sisi ukuran, dampaknya diprediksi luar biasa bagi kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

Setidaknya 541 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 1.040 jiwa menikmati akses penghubung yang selama ini menjadi impian dan harapan mereka.

Selama bertahun-tahun, masyarakat Kelurahan Dwi Tunggal dan Desa Rimbo Recap harus memutar jalur atau menyeberangi medan yang sulit terutama saat musim hujan.

Anak-anak sekolah kerap terlambat, petani kesulitan mengangkut hasil kebun, dan aktivitas ekonomi masyarakat terhambat akibat keterbatasan akses. Jembatan ini diyakini akan mengakhiri semua kesulitan tersebut.

Tak hanya memudahkan mobilitas orang, keberadaan jembatan gantung ini juga diproyeksikan mampu melancarkan distribusi hasil pertanian.

Sebagian besar penduduk di kedua wilayah tersebut menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pertanian. Dengan akses yang lebih pendek dan aman, biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.

Sehingga nilai jual komoditas seperti kopi, sayuran, buah-buahan dan komoditas lainnya pada wilayah tersebut bisa lebih menguntungkan petani.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr, Opsla menegaskan, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

Menurutnya, Jembatan Gantung Garuda merupakan solusi konkret yang dihadirkan negara, dengan tujuan untuk meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan warga di daerah terpencil.

“Kami ingin jembatan ini menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat adalah bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi daerah,” singkat Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *