PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (Pemkab BU) terus menunjukkan komitmen dan keseriusan, dalam mewujudkan program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Langkah nyata tersebut dengan mengakselerasi pematangan lahan, yang nantinya digunakan atau dimanfaatkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata mengatakan, belum lama ini pihaknya rapat koordinasi secara intensif, dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Fokus utama pertemuan itu bertujuan untuk percepatan pematangan lahan, yang menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” katanya, Jum’at (17/4/2026).
Bupati Arie menjelaskan, koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari hasil pengecekan lahan bersama Balai Pelaksanaan Prasarana Strategis (BPPS) Kementerian Pekerjaan Umum, yang digelarnya pada tanggal 9 April 2026 lalu.
“Tindaklanjut dari pengecekan itu, setelahnya kita rapat dengan BPN terkait pematangan lahan calon Sekolah Rakyat di Bengkulu Utara ini,” tegasnya.

Target pihaknya dalam koordinasi yang juga diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pemerintah Kecamatan Ketahun, dan instansi terkait lainnya jelas.
“Yakni bulan Agustus 2026 mendatang, persoalan lahan ini sudah harus clear,” ujar Arie.
Arie menambahkan, tenggat waktu administratif hingga Agustus 2026 bukanlah tanpa alasan. Pihaknya menargetkan semua kelengkapan legalitas dan status kepemilikan lahan milik pemerintah daerah harus sudah rampung.
“Menjelang Agustus itu, kami dari sisi administrasi, kelengkapan legalitas, lahan tanah milik pemda ini harus sudah clear,” tambahnya.
Pematangan tentunya harus disertai dengan adanyanya sertifikat lahan milik pemda. Setelah seluruh proses administrasi dan legalitas dinyatakan clear, barulah aset lahan itu diserahkan kepada kementerian terkait.
“Lahan ini nanti kita serahkan pada Kementerian Sosial, dan selanjutnya disampaikan ke Kementerian PU agar pembangunan Sekolah Rakyat bisa terealisasi,” imbuh Arie.
Lebih lanjut, Arie menyatakan, terealisasinya pembangunan Sekolah Rakyat menjadi harapan dan ikhtiar pihaknya. Karena program ini tidak hanya sekadar membangun gedung semata.
“Tetapi juga menjadi solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini sulit mengakses pendidikan layak,” pungkasnya. (adv)













