PT SIL, Motor Ekonomi dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat BU

Aktivitas PT. SIL saat mengangkut CPO, Senin (14/04/2025). (IST/PustaKata.Com)

PUSTAKATA.COM, Bengkulu Utara – Sejak 1998, PT Sandabi Indah Lestari (SIL) telah menjadi bagian tak terpisahkan, dari denyut nadi perekonomian di Bengkulu Utara (BU).

Berdiri kokoh di Bumi Ratu Samban, perusahaan perkebunan dan industri kelapa sawit ini tak hanya menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjadi tumpuan hidup ribuan warga setempat.

Dengan total lahan perkebunan seluas 15.000 hektar yang tersebar di tiga wilayah berbeda, PT SIL tak hanya mengolah kelapa sawit, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa-desa sekitarnya.

Pabrik pengolahan mereka yang berkapasitas 45 ton per jam mampu menghasilkan 4.500 ton Crude Palm Oil (CPO) per bulan, dengan sistem zero waste sesuai protokol Kyoto—sebuah langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dampak Nyata bagi Masyarakat
Setiap hari, PT SIL menggelontorkan dana Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar, hanya untuk pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari petani lokal.

Belum lagi gaji karyawan yang mencapai Rp 6 miliar per bulan, semua dibayarkan di Bengkulu Utara, mengalirkan manfaat langsung bagi perputaran uang di daerah ini.

“Kami memiliki 600 karyawan di Bengkulu Utara dan secara rutin menyalurkan CSR ke desa-desa penyangga, seperti Desa Lubuk Banyau sebesar Rp 17 juta per bulan,” ujar Sultan Syahril, Manager Legal External SIL Group.

Kehadiran PT SIL telah melahirkan efek berantai positif. Warung-warung tumbuh, jasa angkutan ramai, bengkel kendaraan bermunculan, dan usaha pengumpulan buah sawit warga pun menggeliat.

Tak kurang dari 4.000 warga Bengkulu menggantungkan hidup mereka pada perusahaan ini, menjadikannya lebih dari sekadar tempat bekerja, melainkan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Komitmen Jangka Panjang
Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Provinsi Bengkulu, PT SIL bertekad untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan bisnis berkelanjutan dan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial yang kuat, mereka bukan hanya mengolah sawit, tetapi juga menumbuhkan masa depan yang lebih cerah bagi Bengkulu Utara.

“Kami ada untuk membangun bersama,” tandas Sultan Syahril, menggambarkan filosofi perusahaan yang telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama lebih dari dua dekade.

Di tengah tantangan global, PT. SIL tetap berdiri tegak dan tentunya tak hanya sebagai industri, tetapi juga sebagai mitra sejati masyarakat Bengkulu Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *